Langsung ke konten utama

Postingan

Baiti Jannatii | Edisi Akhir Januari

Postingan terbaru

Refleksi 2025

Sudah lama sekali rasanya tak menyentuh kembali di blog ini. Aku merasa di tahun kemarin 2025 banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan.  Ketika aku sudah memulai untuk menentukan pilihanku bekerja di tempat yang sama selama 2 tahun. Mungkin tahun 2025 tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, aku sangat merasakan bagaimana pertemananku tidak seperti dahulu, memang benar adanya ketika orang masuk kepada fase dewasa pertemanan akan semakin sempit dan ketika kau menemukan teman yang saling memahami justru ketika kita tidak selalunya bertemu dan berkirim pesan, namun saling menghargai satu sama lain. Pertemanan dewasa ini tidak serta-merta hilang namun adanya saling menghargai justru membuat pertemanan itu akan tetap ada dan tetap terasa seperti dahulu saat pertama kita bertemu.  Di tahun ini aku juga merasa banyak dihadapkan oleh pilihan-pilihan untuk menentukan mana kebutuhan dan keinginan. Prioritas saat ini kepada keluarga, dari segi finansial yang ku mili...

Keluarga

pikiran penuh yang ada saat disekolah terbayar ketika aku bertemu dengan keluargaku Ku Rasa sebenarnya jika ditanya, lebih lelah di sekolah/ harus mengerjakan banyak hal dirumah saat itu, aku menjawab jawaban ke 2. Tetapi rasa lelah itu berganti ketika aku merasa ada kebahagiaan yang hadir ketika bertemu, berceloteh ria dengan keluarga itu rasanya "mahal" karena ngga semua orang bisa melakukannya. Prioritas disini juga dilatih, ada banyak hal yg sebenarnya harus dilakukan, berkaitan dengan keseharian. Tapi aku sadari waktu begitu mahal untuk dilewatkan. Jangankan waktu, kesempatan seperti ini pun juga sangat sayang untuk dilewatkan.  Aku senang bisa berbagi cerita, mengobrol, menjadi penunjuk arah, mendengarkan hal2 sehari2pun tak kalah seru. Keluarga emang harta paling berharga sih kalau kata lagu wkwkw  Udah dulu deh, gitu aja ceritanya pengen bisa rutin nulis. meskipun bahasa tulisanku belum tertata. its okay masih belum rapi. Mari Terus belajar yaa...

Lingkungan Baru

Hampir 4 bulan ini aku mulai berada di lingkungan baru tempat aku mengajar freelance. Lingkungan yang sangat beragam dengan orang yang berbeda dari setiap aspek. Kami disini berkumpul untuk mengajar sesuai dengan passion dan skill masing2. Aku senang bertemu dengan keluarga baru disini. Meskipun saya termasuk penghuni baru disini, tapi cara mereka memperlakukan saya pun sama seperti orang yang sudah lama disini. Friendly orang-orangnya, Alhamdulillah. aku bersyukur masih bisa bertemu dengan orang-orang disini. Semoga Allah terus dekatkan aku dengan orang-orang yang baik. Aamiin. Di penghujung istirahat usai 09.56 Sabtu, 1 November 2025

Mental Baja

kadang capek banget ngadepin anak sekarang, belum lagi anak yang sensitif tu kadang lucu kadang nyebelin juga. nemuin anak-anak sensitif di beberapa tempat yang sebenarnya justru butuh pakai energi lebih gede ngadepin anak yang begitu.  tadi pas ekstra ada anak yang suka banget ngambekan, marah-marah gara-gara ndak mau antri hafalan, mau diperhatiin terus. pas udah mulai mau ngaji ada aja yang bikin dia ngambek, mulai dari aku ngomong kalau dia suka ngambek nanti temennya ngga mau, eh dia sangka aku do'ain dia ngga punya temen. endingnya nangis, aduh duh.... terus pas mau setoran malah dia ngga mau ngaji bersuara coba, malah dia ngaji cuma mencap-mencep suaranya ngga keluar. komat kamit doang 😂🤣 emang aneh bener anaknya super sensitif dan ngga bisa dikasih tau.. maunya apa yang dia lakuin selalu kita benerin padahal jelas2 dia salah, emang harus ditempa anak2 model kayak gini, biar dia ngga apa2 dikit ngambekan. Aku sepertinya masih jauh dari kata profesional dalam me...

Anda Berharga!

Aku masih sering merasa tak layak dalam membersamai pelajaran anak-anak yang aku ajar. Seringkali perasaan ini muncul ketika aku dihadapkan pada suatu keadaan yang membuatku mendapat tempaan, salah satunya anak yang sulit diatur dan tidak bisa diam saat aku mencoba mengajarinya. Aku lelah dengan perasaan ini😭 disisi lain aku juga bingung bagaimana aku harus mengendalikan perasaan ini, sungguh ingin rasanya tidak menjadi people pleaser yang terus memikirkan hal-hal yang membuatku merasa bersalah. Jujur aku lelah...... kali ini ada salah satu muridku yang beralih les disebabkan lebih banyak main daripada belajar, ia merasa bebas jika belajar denganku, karakternya yg suka ngatur² pun ia lakukan saat les bersamaku. siapa gurunya? siapa muridnya? tanyaku saat ia mencoba mengatur. Aku masih sangat jauh dari kata bisa marah2 saat mengajar, jika sudah keterlaluan aku akan marah, namun aku selalu mencoba meyakinkan diri bahwa pendidikan itu bisa diraih tanpa harus ada m...

Bertumbuh Bersama

saat ini sudah mulai membicarakan hal-hal yang sudah beralih kepada keseriusan, ya mungkin dulu masih tabu ataupun sangat sulit buat membahas sesuatu ini. Menurutku sesuatu ini bukanlah suatu hal yang tabu karena ini perlu dibicarakan dan perlu dibahas lebih lanjut kepada seorang yang sudah memiliki pengalaman lebih banyak dibandingkan kami, yaitu pernikahan yah kami banyak membahas tentang bagaimana pernikahan yang baik kemudian dijemput dengan cara yang baik dan ketika pun sudah melaksanakannya masing-masing dari kita perlu menurunkan ego karena pernikahan bukan tentang  aku dan kamu tapi 'tentang kita' kita bersama, kita berada dalam satu ikatan suci yang di situ dari setiap masing-masing Insan memiliki karakter yang berbeda dan perlu untuk menurunkan ego dari masing-masing diri, mungkin yang sebelumnya kita seorang yang berkarir/ seorang yang bekerja kemudian kita memiliki pasangan di situ kita harus memiliki ketundukan ketaatan pada suami kita, mungkin yang du...