Langsung ke konten utama

Hadist Tentang Syukur

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

BERSYUKUR

مَن صُنِعَ إليهِ معروفٌ فقالَ لفاعلِهِ : جزاكَ اللَّهُ خيرًا فقد أبلغَ في الثَّناءِ

“Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan, ‘Jazaakallahu khair’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya”.

 (HR. Tirmidzi no.2167)

الشكر ظهور أثر نعمة الله على لسان عبده: ثناء واعترافا، وعلى قلبه شهودا ومحبة، وعلى جوارحه انقيادا وطاعة

“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).

Lawan dari syukur adalah kufur nikmat, yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah Ta’ala. Semisal Qarun yang berkata,

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي

“Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki” (QS. Al-Qashash: 78).

Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur ketika mendapat kenikmatan yang begitu besar adalah dengan melakukan sujud syukur.

عن أبي بكرة نفيع بن الحارث رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا جاءه أمر بشر به خر ساجدا؛ شاكرا لله

“Dari Abu Bakrah Nafi’ Ibnu Harits Radhiallahu’anhu ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika menjumpai sesuatu yang menggemberikan beliau bersimpuh untuk sujud. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah”

(HR. Abu Daud no.2776)

Berdzikir dan memuji Allah adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Ada beberapa dzikir tertentu yang diajarkan oleh Rasulullah khusus mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

من قال حين يصبح: اللهم ما أصبح بي من نعمة أو بأحد من خلقك فمنك وحدك لا شريك لك، فلك الحمد ولك الشكر. فقد أدى شكر يومه، ومن قال ذلك حين يمسي فقد أدى شكر ليلته

“Barangsiapa pada pagi hari berdzikir: Allahumma ashbaha bii min ni’matin au biahadin min khalqika faminka wahdaka laa syariikalaka falakal hamdu wa lakasy syukru.”
(Ya Allah, atas nikmat yang Engkau berikan kepada ku hari ini atau yang Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat itu hanya dari-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap syukur hanya untuk-Mu)
Maka ia telah memenuhi harinya dengan rasa syukur. Dan barangsiapa yang mengucapkannya pada sore hari, ia telah memenuhi malamnya dengan rasa syukur”.

 (HR. Abu Daud no.5075).

Firman Allah Subhanahu wata'ala yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah

بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

“Beribadahlah hanya kepada Allah dan jadilah hamba yang bersyukur” (QS. Az-Zumar: 66).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi 2025

Sudah lama sekali rasanya tak menyentuh kembali di blog ini. Aku merasa di tahun kemarin 2025 banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan.  Ketika aku sudah memulai untuk menentukan pilihanku bekerja di tempat yang sama selama 2 tahun. Mungkin tahun 2025 tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, aku sangat merasakan bagaimana pertemananku tidak seperti dahulu, memang benar adanya ketika orang masuk kepada fase dewasa pertemanan akan semakin sempit dan ketika kau menemukan teman yang saling memahami justru ketika kita tidak selalunya bertemu dan berkirim pesan, namun saling menghargai satu sama lain. Pertemanan dewasa ini tidak serta-merta hilang namun adanya saling menghargai justru membuat pertemanan itu akan tetap ada dan tetap terasa seperti dahulu saat pertama kita bertemu.  Di tahun ini aku juga merasa banyak dihadapkan oleh pilihan-pilihan untuk menentukan mana kebutuhan dan keinginan. Prioritas saat ini kepada keluarga, dari segi finansial yang ku mili...

Keluarga

pikiran penuh yang ada saat disekolah terbayar ketika aku bertemu dengan keluargaku Ku Rasa sebenarnya jika ditanya, lebih lelah di sekolah/ harus mengerjakan banyak hal dirumah saat itu, aku menjawab jawaban ke 2. Tetapi rasa lelah itu berganti ketika aku merasa ada kebahagiaan yang hadir ketika bertemu, berceloteh ria dengan keluarga itu rasanya "mahal" karena ngga semua orang bisa melakukannya. Prioritas disini juga dilatih, ada banyak hal yg sebenarnya harus dilakukan, berkaitan dengan keseharian. Tapi aku sadari waktu begitu mahal untuk dilewatkan. Jangankan waktu, kesempatan seperti ini pun juga sangat sayang untuk dilewatkan.  Aku senang bisa berbagi cerita, mengobrol, menjadi penunjuk arah, mendengarkan hal2 sehari2pun tak kalah seru. Keluarga emang harta paling berharga sih kalau kata lagu wkwkw  Udah dulu deh, gitu aja ceritanya pengen bisa rutin nulis. meskipun bahasa tulisanku belum tertata. its okay masih belum rapi. Mari Terus belajar yaa...

Baiti Jannatii | Edisi Akhir Januari

Alhamdulillah di bulan Januari ini kedatangan tamu dari keluarga mama, meskipun rasanya keluarga kami tak bisa memberikan yang spesial, setidaknya kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Aku senang ketika tamu berkenan untuk singgah di gubuk kecil kami, rumah yang bagiku sederhana namun membuat rindu orang yang jauh darinya. Sebut saja adikku yang sudah berbulan-bulan merantau, ia pun kembali ingin menghabiskan waktu dirumah ini. Rumah yang penuh dengan kenangan dan obrolan yang tak bisa didapatkan ditempat manapun. Terimakasih Ya Rabb, Alhamdulillahi ala ni'matillah.  Jaga kami untuk dapat senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang Engkau berikan Ya Rabb.  Aku titip urusanku kepada-Mu ya Rabb.  Jaga keluarga kami semua, karena Engkau adalah sebaik-baik penjagaan. Aamiin