Langsung ke konten utama

Harapan Itu Masih Ada

Setiap orang pasti memiliki keinginan bukan?
Bahkan orang yang hidup di dunia ini semua pasti pasti dan pasti memiliki keinginan. 

Begitu pula saya memiliki harapan, impian, keinginan, ada salah satu hal yang menjadi tanda list ✓ bisa dibilang mendapatkan harapan itu... salah satunya menjadi penghafal Quran
Dulu Saya membayangkan bahwa menghafal Alquran itu adalah hal yang sangat rumit tidak mudah untuk diraih bahkan prosesnya saja saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya menghafalkan ayat yang sangat banyak, bagaimana caranya? sulit dibayangkan.
Kemudian ada satu waktu dimana saya menginjakkan kaki di pesantren disanalah saya memulai menghafal  dengan kemampuan yang masih sangat jauh, saya mencoba untuk menghafal, saya terus berusaha untuk meyakini bahwa ketika kita sudah memulai jalan yang baik pasti Allah akan memudahkannya, bahkan Allah berfirman dalam Quran Surah Al Qamar yang ayat itu diulang hingga 4 kali artinya seperti ini (Dan sungguh Allah mudahkan Alquran untuk dihafalkan, dibaca maka Adakah yang dapat mengambil pelajaran?) di sini Saya benar-benar merasakan ayat itu saat saya mulai menghafal di awal-awal SMP saya memulai dari juz 30 bahkan jika flashback ke jaman SD Saya masih sangat kurang dalam membaca Alquran yang masih belepotan tajwid yang masih salah salah.

Namun di sekolah, kami mengenal adanya target jadi ketika hafalan tidak sampai pada target jalan terakhir adalah tidak naik kelas dan tentu hal itu menjadi momok tersendiri bagi kami yang berada di sekolah tersebut. Kami memiliki guru dan ustadz-ustadzah yang sangat sabar dalam mendidik kami dari situ kami juga belajar tips, cara mudah mengahafal dan mendengar pengalaman guru-guru kami bagaimana sebelumnya seorang guru kami dapat menghafal hingga tuntas 30 juz hafal Alquran kami, tak lupa juga kami meminta doa kepada guru-guru kami dan Kami selalu memohon Pertolongan Allah agar Allah mampukan kami dalam menghafal Alquran. 

Perjalanan demi perjalanan, proses selalu berlanjut hingga tibalah waktu kami wisuda dan Masya Allah Alhamdulillah kami beberapa telah menyelesaikan hafalan tersebut rasa sedih senang campur aduk bagaimana tidak? kami yang sudah 4 Tahun Lamanya bersama-sama ternyata harus berpisah, dan menjalani namanya perpisahan. Di kemudian hari kami akan melanjutkan belajar, berproses pada masing-masing tempat. 

 Untuk temanku terima kasih atas kebersamaan 4 tahun ini, banyak belajar dari kawan-kawan semua. 
Saya mohon maaf jika banyak kesalahan yang saya lakukan terima kasih kepada Ustadzah kami yang begitu berjasa dalam menyimak hafalan kami yang dulu masih salah-salah lupa-lupa salah tetap sabar mendidik kami 

Bumi Allah,29 September 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ide Brilian

terkadang ketika sedang memiliki semangat yang menggebu akan timbul banyak ide yang tak ku sangka, setelah beberapa waktu aku kembali membaca ide itu aku sejenak berpikir, "Wah kok aku bisa kepikiran ide gitu ya kemarin?" sambil tersenyum. Ada banyak ide yang terlintas dalam pikiran namun kadang juga sulit untuk menuliskannya. Terlalu banyak mikir kalau kata orang, ide yang ada itu coba dijalankan. Take Action! Ambil aja peluang yang ada, toh kamu juga belum coba.. kalau emang setelah kamu coba kamu ndak merasa cocok anggap aja sebagai pengalaman, sebenarnya banyak orang yang menasihatiku. Mari kita coba! mari kita coba ditahun ini untuk lebih produktif dan tidak lagi mendengar kata orang. Say NO to people pleasure (ga semudah itu wkw tapi yuk kita usahakan :) Ada banyak harapan dan sesuatu baru yang ingin kulakukan di tahun ini, Ya Rabb mudahkan hamba untuk bisa mencoba berbagai kebaikan di tahun  ini.  Berusaha untuk tidak meletakkan keberhargaan di...

Kedekatanku dengan-Nya

ku lihat dia begitu ingin ku peluk erat, hai aku dulu pernah berlama-lama denganmu, hingga terkantuk-kantuk pun aku lawan karena ingin terus dekat denganmu. namun, akhir akhir ini hubunganku denganmu merenggang. hubunganku denganmu tak sebaik dulu.. aku sangat sedih ketika menyadari hal itu.  aku ingin merubah sikapku terhadapmu, aku ingin bisa seperti dulu yang bisa berlama-lama denganmu dengan kondisi bahagia dan senang. bahkan ketika aku lantunkan ayat demi ayat ada yang terlewat hatiku perih, aku menangis sejadi-jadinya sebab hafalanku yang tak lancar tersebab dari dosa-dosa yang aku perbuat. aku merindukan masa masa itu, aku ingin kembali kepada rutinitas yang aku lakukan dihari itu. boleh kita mulai lagi? ku harap diri ini mau diajak berlari dan kembali merecharge ulang semangat yang kian meredup. ku harap diri ini yakin bahwa hanya Allah yang bisa memampukan diri kita untuk terus Istiqomah berada di jalan kebaikan bersama Al Qur'an. kelak dia yang menjadi sebab A...

Do'a yang Tulus

"Doa menjadi makhluk paling tulus yang pernah lahir dari hati manusia." Tak ada lagi gengsi, tak ada lagi rencana, tak ada lagi sandaran selain Allah semata. Di balik suara kehidupan yang berdetak, di antara keheningan yang menunggu, di sanalah doa-doa berdesakan naik ke langit — lirih, patah-patah, tapi penuh harap. Manusia belajar bahwa hidup bisa ditarik tipis oleh seutas napas, bahwa satu detak jantung saja bisa menjadi batas antara tinggal atau pergi. Semua janji dunia seakan lenyap, semua cita-cita ditangguhkan, semua ego dikubur dalam-dalam. Yang tersisa hanyalah bisikan, 'Ya Allah, beri aku kesempatan satu kali lagi'. Tak ada doa yang lebih jujur dari doa seorang anak di sisi ayahnya yang terbaring tak berdaya. Tak ada permohonan yang lebih tulus dari doa seorang ibu di samping anaknya yang bertarung dengan ajal. Doa adalah bahasa air mata, bahasa keikhlasan, bahasa rindu yang belum sempat terucap. Karena sejatinya, manusia ini hidup hany...