Langsung ke konten utama

Do'a yang Tulus

"Doa menjadi makhluk paling tulus yang pernah lahir dari hati manusia."

Tak ada lagi gengsi, tak ada lagi rencana, tak ada lagi sandaran selain Allah semata.
Di balik suara kehidupan yang berdetak, di antara keheningan yang menunggu,
di sanalah doa-doa berdesakan naik ke langit — lirih, patah-patah, tapi penuh harap.

Manusia belajar bahwa hidup bisa ditarik tipis oleh seutas napas, bahwa satu detak jantung saja bisa menjadi batas antara tinggal atau pergi.
Semua janji dunia seakan lenyap, semua cita-cita ditangguhkan, semua ego dikubur dalam-dalam.
Yang tersisa hanyalah bisikan, 'Ya Allah, beri aku kesempatan satu kali lagi'.

Tak ada doa yang lebih jujur dari doa seorang anak di sisi ayahnya yang terbaring tak berdaya.
Tak ada permohonan yang lebih tulus dari doa seorang ibu di samping anaknya yang bertarung dengan ajal.
Doa adalah bahasa air mata, bahasa keikhlasan, bahasa rindu yang belum sempat terucap.

Karena sejatinya, manusia ini hidup hanya untuk menghamba kepada-Nya,
dan ketika hidup begitu rapuh dan tak pasti, hati kembali kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
Di antara bau antiseptik, selimut tipis, dan suara monitor detak jantung,
Allah paling dekat mendengarkan, paling dekat mengabulkan,
karena di rumah sakit ini, hati manusia betul-betul telah kembali kepada-Nya, sepenuhnya."

Semoga Allah jawab atas setiap do'a yang dilangitkan.. Ya Rabb.. berilah kesembuhan untuk paman kami.. Engkau sebaik2 penyembuh Ya Rabb

ditengah keheningan RS Kustati, 27 April 2025

Komentar