Langsung ke konten utama

Sosok Jidah

kali ini aku ingin menceritakan sosok yang sepertinya jarang diceritakan oleh banyak orang. namanya memang tidak terkenal dideretan sosial media, namanya memang tak dikenal di dunia maya tapi bagiku beliau inspiratif.

beliau hidup ditengah keluarga yang masih lengkap, anak utuh suami masih ada diusia yang memasuki kepala 8. Bagiku itu sesuatu yang sangat menarik untuk diceritakan.

Beliau orang yang sangat baik, ramah, dan selalu tersenyum. Setiap bertemu orang selalu mendoakan kebaikan orang yang diajak berbicara, aku pun ketika bertemu tak pernah luput dari do'a yang beliau utarakan untuk saja. "semoga diberikan jodoh orang yang baik, orang yang shalih" beberapa kali beliau mengulangi doa itu. 

Kepada anak dan menantu pun cara beliau memperlakukan juga sepefti tamu, padahal kondisi tubuh tak lagi mampu untuk berjalan normal, beliau masih berusaha untuk membuatkan minuman, menyuguhi makanan. Terakhir aku bertemu dengannya beliau memberikan aku wafer nabati rasa coklat. Tangan beliau menyuguhkan dan memberikan kepadaku dengan senyuman yang khas. 

Beliau ketika masuk sore hari pengelihatannya mulai memudar, tidak seperti dipagi hari yang masih terlihat jelas. beliau terus menanyakan namaku berulang, ini siapa tadi tak jarang salah2 mengucap kami pun tertawa sambil melihat senyum beliau yang khas.

Seorang yang tak diceritakan di sosial media manapun tapi bagiku beliau adalah orang yang sukses mendidik anaknya. Anak-anaknya sudah berumah tangga semua, dan beliau masih diberi kesempatan untuk melihat buyut 2 orang. 
Sungguh rasa kehilangan pasti ada, tapi sejatinya kita hidup ini memang dititipi kan? ketika sudah waktunya Sang Pemilik ingin mengambilnya, kita tak bisa berbuat apa-apa. 

Setiap dari kita juga akan kembali, antrian ini akan terus berjalan hingga ketika tiba giliran kita, semoga kita dipanggil dalam keadaan siap. 
Senantiasa perbaiki diri, yakinilah bahwa Allah selalu ada untuk setiap hamba-Nya.

إنّا لله Ùˆ إنّا إليه راجعون.
sesungguhnya kita milik Allah dan kepada Allah kita kembali.

ditengah menunggu antri obat
RS K**tati
Sabtu, 16 Mei 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anda Berharga!

Aku masih sering merasa tak layak dalam membersamai pelajaran anak-anak yang aku ajar. Seringkali perasaan ini muncul ketika aku dihadapkan pada suatu keadaan yang membuatku mendapat tempaan, salah satunya anak yang sulit diatur dan tidak bisa diam saat aku mencoba mengajarinya. Aku lelah dengan perasaan ini😭 disisi lain aku juga bingung bagaimana aku harus mengendalikan perasaan ini, sungguh ingin rasanya tidak menjadi people pleaser yang terus memikirkan hal-hal yang membuatku merasa bersalah. Jujur aku lelah...... kali ini ada salah satu muridku yang beralih les disebabkan lebih banyak main daripada belajar, ia merasa bebas jika belajar denganku, karakternya yg suka ngatur² pun ia lakukan saat les bersamaku. siapa gurunya? siapa muridnya? tanyaku saat ia mencoba mengatur. Aku masih sangat jauh dari kata bisa marah2 saat mengajar, jika sudah keterlaluan aku akan marah, namun aku selalu mencoba meyakinkan diri bahwa pendidikan itu bisa diraih tanpa harus ada m...

Ide Brilian

terkadang ketika sedang memiliki semangat yang menggebu akan timbul banyak ide yang tak ku sangka, setelah beberapa waktu aku kembali membaca ide itu aku sejenak berpikir, "Wah kok aku bisa kepikiran ide gitu ya kemarin?" sambil tersenyum. Ada banyak ide yang terlintas dalam pikiran namun kadang juga sulit untuk menuliskannya. Terlalu banyak mikir kalau kata orang, ide yang ada itu coba dijalankan. Take Action! Ambil aja peluang yang ada, toh kamu juga belum coba.. kalau emang setelah kamu coba kamu ndak merasa cocok anggap aja sebagai pengalaman, sebenarnya banyak orang yang menasihatiku. Mari kita coba! mari kita coba ditahun ini untuk lebih produktif dan tidak lagi mendengar kata orang. Say NO to people pleasure (ga semudah itu wkw tapi yuk kita usahakan :) Ada banyak harapan dan sesuatu baru yang ingin kulakukan di tahun ini, Ya Rabb mudahkan hamba untuk bisa mencoba berbagai kebaikan di tahun  ini.  Berusaha untuk tidak meletakkan keberhargaan di...

Keluarga

pikiran penuh yang ada saat disekolah terbayar ketika aku bertemu dengan keluargaku Ku Rasa sebenarnya jika ditanya, lebih lelah di sekolah/ harus mengerjakan banyak hal dirumah saat itu, aku menjawab jawaban ke 2. Tetapi rasa lelah itu berganti ketika aku merasa ada kebahagiaan yang hadir ketika bertemu, berceloteh ria dengan keluarga itu rasanya "mahal" karena ngga semua orang bisa melakukannya. Prioritas disini juga dilatih, ada banyak hal yg sebenarnya harus dilakukan, berkaitan dengan keseharian. Tapi aku sadari waktu begitu mahal untuk dilewatkan. Jangankan waktu, kesempatan seperti ini pun juga sangat sayang untuk dilewatkan.  Aku senang bisa berbagi cerita, mengobrol, menjadi penunjuk arah, mendengarkan hal2 sehari2pun tak kalah seru. Keluarga emang harta paling berharga sih kalau kata lagu wkwkw  Udah dulu deh, gitu aja ceritanya pengen bisa rutin nulis. meskipun bahasa tulisanku belum tertata. its okay masih belum rapi. Mari Terus belajar yaa...