Langsung ke konten utama

Biografi UMAR BIN KHATTAB | by daunjatuh144


بسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Nama lengkap beliau adalah Umar bin Khottob bin Nufail bin Abdil Uzza. Nasab beliau bersatu dengan nasab Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam pada jalur Ka’ab bin Luay. Nama panggilan beliau adalah Abu Hafsh, yang artinya bapaknya singa sebagai lambang keberaniannya yang bagaikan terkaman raja rimba. Sedangkan gelarnya adalah al-Faruq, artinya orang yang dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan. 

Umar bin Khottob rodhiyallohu ‘anhu dilahirkan tiga belas tahun setelah Tahun Gajah. Sebelum masuk Islam, Umar rodhiyallohu ‘anhu termasuk orang yang paling keras permusuhannya terhadap Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam. Ia termasuk orang yang paling banyak menyakiti dan menyiksa kaum muslimin. Akan tetapi setelah masuk islam ia menjadi sosok pahlawan dan pembela. 

Umar rodhiyallohu ‘anhu menjadi kholifah berdasarkan keputusan Abu Bakar Ash-Shiddiq rodhiyallohu ‘anhu dan disetujui oleh kaum muslimin. Mereka membaiatnya secara umum di masjid. Umar rodhiyallohu ‘anhu pun menerima amanah kekholifahan itu meskipun dirasa sangat berat.

Pada masa Umar rodhiyallohu ‘anhu terjadi penaklukan yang sangat besar. Di antara wilayah yan ditaklukkan adalah penaklukan Damaskus dan Kota Lainnya di Syam, pembukaan Baitul Maqdis, penaklukan Mesir, penaklukan Libya dan kawasan timur Persia.

Di antara prestasi Umar bin Khottob rodhiyallohu ‘anhu adalah: 
a.  Membentuk syuro atau musyawarah. Dia berharap rakyatnya memiliki mata yang awas, kritis, berpikiran cemerlang, dan dinamis.

b.  Membuat Penanggalan Hijriah yang disepakati dan Umar rodhiyallohu ‘anhu pun memutuskan penggunaan penanggalan berdasarkan hijrah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dari awal tahun itu, yaitu bulan Muharrom yang merupakan permulaan tahun berdasarkan perputaran bulan, agar tidak merombak urutan bulan yang sudah baku.

c.  Pembuatan dan perapian hukum administrasi serta Baitul Mal dan gudang logistik untuk menyimpan persediaan bahan makanan.

d.  Menetapkan nafkah untuk setiap anak yang baru lahir di wilayah Islam.

e.  Perluasan Masjid Nabawi. Dia membeli rumah-rumah yang berada di sekitarnya dan memperluas masjid kaum muslimin.

f.  Mengumpulkan orang dalam pelaksanaan shalat terawih dan membuat penerangan masjid.

Umar Bin Khothob   meninggal ditikam oleh Abu Lu’lu’ah Fairuz -seorang yang aslinya beragama Majusi- ketika shalat Subuh pada hari Rabu tanggal 25 Dzulhijjah tahun 23 H dengan belati yang memiliki dua mata. Akhirnya, Umar rodhiyallohu ‘anhu syahid pada tahun 23 Hijriyah. Ia wafat dalam usia 63 tahun setelah menjabat sebagai kholifah selama 10 tahun 6 bulan. Ia dimakamkan di samping makam dua sahabat tercintanya yaitu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar As-Siddiq rodhiyallohu ‘anhu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ide Brilian

terkadang ketika sedang memiliki semangat yang menggebu akan timbul banyak ide yang tak ku sangka, setelah beberapa waktu aku kembali membaca ide itu aku sejenak berpikir, "Wah kok aku bisa kepikiran ide gitu ya kemarin?" sambil tersenyum. Ada banyak ide yang terlintas dalam pikiran namun kadang juga sulit untuk menuliskannya. Terlalu banyak mikir kalau kata orang, ide yang ada itu coba dijalankan. Take Action! Ambil aja peluang yang ada, toh kamu juga belum coba.. kalau emang setelah kamu coba kamu ndak merasa cocok anggap aja sebagai pengalaman, sebenarnya banyak orang yang menasihatiku. Mari kita coba! mari kita coba ditahun ini untuk lebih produktif dan tidak lagi mendengar kata orang. Say NO to people pleasure (ga semudah itu wkw tapi yuk kita usahakan :) Ada banyak harapan dan sesuatu baru yang ingin kulakukan di tahun ini, Ya Rabb mudahkan hamba untuk bisa mencoba berbagai kebaikan di tahun  ini.  Berusaha untuk tidak meletakkan keberhargaan di...

Kedekatanku dengan-Nya

ku lihat dia begitu ingin ku peluk erat, hai aku dulu pernah berlama-lama denganmu, hingga terkantuk-kantuk pun aku lawan karena ingin terus dekat denganmu. namun, akhir akhir ini hubunganku denganmu merenggang. hubunganku denganmu tak sebaik dulu.. aku sangat sedih ketika menyadari hal itu.  aku ingin merubah sikapku terhadapmu, aku ingin bisa seperti dulu yang bisa berlama-lama denganmu dengan kondisi bahagia dan senang. bahkan ketika aku lantunkan ayat demi ayat ada yang terlewat hatiku perih, aku menangis sejadi-jadinya sebab hafalanku yang tak lancar tersebab dari dosa-dosa yang aku perbuat. aku merindukan masa masa itu, aku ingin kembali kepada rutinitas yang aku lakukan dihari itu. boleh kita mulai lagi? ku harap diri ini mau diajak berlari dan kembali merecharge ulang semangat yang kian meredup. ku harap diri ini yakin bahwa hanya Allah yang bisa memampukan diri kita untuk terus Istiqomah berada di jalan kebaikan bersama Al Qur'an. kelak dia yang menjadi sebab A...

Do'a yang Tulus

"Doa menjadi makhluk paling tulus yang pernah lahir dari hati manusia." Tak ada lagi gengsi, tak ada lagi rencana, tak ada lagi sandaran selain Allah semata. Di balik suara kehidupan yang berdetak, di antara keheningan yang menunggu, di sanalah doa-doa berdesakan naik ke langit — lirih, patah-patah, tapi penuh harap. Manusia belajar bahwa hidup bisa ditarik tipis oleh seutas napas, bahwa satu detak jantung saja bisa menjadi batas antara tinggal atau pergi. Semua janji dunia seakan lenyap, semua cita-cita ditangguhkan, semua ego dikubur dalam-dalam. Yang tersisa hanyalah bisikan, 'Ya Allah, beri aku kesempatan satu kali lagi'. Tak ada doa yang lebih jujur dari doa seorang anak di sisi ayahnya yang terbaring tak berdaya. Tak ada permohonan yang lebih tulus dari doa seorang ibu di samping anaknya yang bertarung dengan ajal. Doa adalah bahasa air mata, bahasa keikhlasan, bahasa rindu yang belum sempat terucap. Karena sejatinya, manusia ini hidup hany...