Langsung ke konten utama

Postingan

Mencintai Al Qur'an

Jujur sangat iri dengan orang yang bisa memberikan waktu sepenuhnya untuk al Qur'an, jika kilas balik kebelakang tentu sangat memorable bagaimana dulu setiap hari pagi-sore datang ke rumah ustadzah untuk menyetorkan hafalan dan itu benar-benar kami lakukan setiap hari dengan berjalan kaki, terkadang dipindah waktu menjadi siang. Panas terik pun kami lawan demi menyetorkan hafalan satu halaman yang telah dihafal sejak kemarin.  masyaaAllah al Qur'an itu se dahsyat itu ya, terus dekatkan kami dengan Al Qur'an ya Rabb... Jadikan Al Qur'an berada di hati-hati kami. kami sadar bahwa kelak yang akan menemani kita di hari kiamat adalah bacaan Al Qur'an yang kita lantunkan sepanjang siang dan malam. Ya Rabb, maafkan hamba yang sering lalai dalam menjaga kitab-Mu. Allahummarhamna bil Qur'an

Rutinitas

Kali ini izinkan saya menuliskan apa yang menjadikan saya kesal akhir-akhir ini. Dengan banyaknya rutinitas tidak membuat kita mendapatkan meaningful kegiatan yang saya lakukan. Saya pernah mencoba menyibukkan diri dari berbagai rutinitas dengan harapan saya lebih merasa produktif dan tidak lagi over thinking bagaimana nanti? saya jadi apa? Kalau saya begini nanti temen saya gimana? arghh ternyata tak membuat pikiran2 itu hilang. Kadang kadang saja, namun ada saatnya akan terpikir lagi. Rutinitas yang sudah membuat saya lelah fisik sekaligus pikiran ada hal yang membuat saya berusaha bersabar dengan kesabaran setipis tissue ini, ya datangnya dari saudara saya sendiri. Kesal dan ingin meluapkan; setelah dia lama tinggal dirumah aku tak merasa nyaman ketika dia selalu mengkritik apa yang saya lakukan, semua menjadi obrolan yang tak hangat di setiap momen saya sedang berada dalam satu ruangan. To be Honest, saya kesal, dan ingin marah. Namun selalu saya tahan untuk tidak sampa...

Masa yang Akan Berlalu

masa pasti akan berlalu, pasang-surut sedih-senang, suka-duka semua akan terus berjalan. Saya yakin pasti setiap ujian akan berganti, semua akan berlalu.  Kali ini izinkan saya bercerita tentang suka duka keluarga kami, saya tahu pasti berat menjalani ini semua, tapi saya yakin akan ada hadiah yang Allah berikan untuk manusia manusia yang senantiasa bersabar atas ujian yang dia miliki dan bersyukur atas setiap kelebihan yang Allah berikan. Aku sedih, tak kuat menceritakannya. Mungkin terasa berlebihan, tapi cukup kutuliskan disini, sebagai pengingat untuk diri untuk tidak begitu berlarut dengan kesedihan.  Tahun ini, menjadi tahun yang berat bagi keluarga kami, karena tak mudah untuk melewatinya. Tapi saya yakin, kami yakin kami bisa melewatinya. Tidak semua orang punya gaji tapi setiap orang punya rezeki.  Maafkan aku, anak yang mungkin belum bisa memberikan kecukupan untuk dirumah, aku masih belum bisa memberikan yang terbaik untuk dirumah.  Aku tahu, p...

Apa yang Kau Cari?

Apa yang kau cari sampai saat ini? pergi melewati lembah menyebrangi lautan hingga tak menemukan apapun Melewati berbagai kota, negara, hingga berbagai belahan dunia pun sudah Mencari tempat yang sangat sangat menarik untuk dikunjungi hingga tempat yang jarang dikunjungi orang karena begitu sulit untuk pergi kesana Apa yang kau cari? Kebahagiaan? Kesenangan? Kenyamanan? Semoga tidak akan kau dapatkan jika kau tidak menjaga apa apa yang Allah mau, Allah minta kita buat menegakkan shalat, tapi kita malah terkadang terlena dengan gemerlap dunia, Allah minta kita buat peduli dengan saudara kita yang ada di Palestina kita justru abai, tetap haha hihi dinegara sendiri tanpa memikirkan apakah saudara kita sudah makan? bahkan jangankan makan tidur saja sekedar memejamkan mata sulitnya bukan main.  Allah minta kita untuk menjauhi hal hal yang syubhat, meragukan terkadang kita manusia malah melawannya. Sungguh manusia ini, mencari kebahagiaan tapi malah menjauh dari kebahagiaan i...

Tempat Pulang?

banyak hal yang menjadi riuhnya kepala, kesal, sedih, marah namun tak bisa ku ungkapkan. Entah mengapa aku berkebalikan dengan orang lain yang menganggap sangat asyik bercerita dengan orang rumah, namun buatku itu tak menjadi sesuatu yang asyik. Justru disitulah dimulai api menyala, aku terkadang lebih suka keheningan disaat rumah mulai ramai. Ingin menyendiri, menepi, karena aku tahu saat aku disana akan banyak perdebatan yang terus diulang dan tidak mendapatkan solusi justru ada satu yang tersakiti.  Kadang terasa aneh, namun memang beginilah yang terjadi. Tapi tak ingin sekalipun ada tangisan disana, untuk apa menangisi hal seperti itu.  Aku tidak ingin selalu mengiyakan apa yang keluargaku katakan, karena setiap hal pasti ada keputusan yang ku buat, tidak serta merta aku ubah semau yang keluargaku inginkan.  Entah bagaimana aku harus mengambil sikap, disisi lain ketika aku menyampaikan pendapatku pasti selalu ada pertentangan yang disampaikan, meskipun aku...

Pikiran Berisik

Terkadang banyak hal terjadi akibat ulah diri sendiri yang tidak sesuai dengan apa apa yang telah Allah tetapkan. Kita disuruh untuk tidak tunduk pada pikiran sendiri, tidak berprasangka buruk, dan dalam kondisi situasi apapun rukun iman ke-6 tetap selalu hadir pada lini kehidupan. Namun beginilah manusia, ya saya dengan berbagai hal yang terjadi justru membuat saya kesal, marah, emosi yang tidak stabil. Heii apakah itu sifat seorang mu'min? apakah sikap seperti itu yang dicintai Allah? Tersadar setelah semua itu terlewati, aku kesal pada diri sendiri yang terus mengulangi hal yang sama. Pikiran itu terkadang jadi momok bagi dirimu sendiri, pikiran yang terlalu berisik terkadang membuatmu stagnan dan tidak berkembang. Berkembang saja tidak apalagi bertumbuh! Hei, Ayolah jangan ikuti pikiran yang kau miliki, cukup tundukan pikiranmu pada hal hal yang Allah sukai, jangan malah memperumit masalah pada hal remeh yang seharusnya tidak kau pikirkan! apapun yang terjadi Allah ...

Perpisahan

Semua pasti akan memiliki pasangan, hanya Dzat Allah yang memiliki Al Witr (Esa, Satu, Tak ada Duanya) Begitupula dengan pertemuan pasti ada perpisahan. Orang bisa memulai tapi belum tentu bisa mengakhiri. Hari ini terjadi yang namanya perpisahan, sebenarnya belum tiba benar-benar akan berpisah, namun kebersamaan yang ada didalam kelas mungkin esok tak lagi sama.  Kami mengadakan haflah (makan-makan) sebelumnya diawali dengan Dhuha, ice breaking, Cerita kisah anak desa yang memiliki impian yang tak dipercaya oleh gurunya. Entah mengapa terasa berbeda saat kami melewati hari ini, begitu cepat. Akhir pertemuan kami makan nasi goreng bersama, kebersamaan yang tak terulang. Diakhir ustadzah mengucapkan kata maaf, dan terimakasih. Sulit sekali untuk menahan tangis, tapi saat itu aku mencoba untuk mengalihkan untuk memotret kebersamaan dengan mengabadikan gambar. Namun tiba saatnya bersalam-salaman air mata yang sudah terbendung ini menetes deras. Aku tak sanggup lagi menahan...