Langsung ke konten utama

Keputusan Saat Ini

Aku telah membuat keputusan, dengan berbagai pertimbangan yang ku buat. Dengan mantap bismillah aku buat surat itu, rasa tidak tega pun datang menghampiri, saya coba untuk tidak menggubris. 


Ku berikan saat jeda istirahat, namun saat itu belum bisa langsung menyampaikan, hanya saya taruh di meja kantor. Keesokan harinya beliau bertanya kepada saya, "ada apa? kenapa pindah? ada kerjaan lain atau udah ada ganti?"


saat itu ku jawab apa adanya, "belum ada, hanya ingin mundur, ingin belajar kembali, pun jika belum melanjutkan S2 saya tetap ingin belajar."

"ngga ada masalah kan sama saya atau yang lain?"

"tidak ada, aman" ku jawab begitu

"baik mba, semoga sukses nggih" 

"aamiin, terimakasih banyak"


saya sampai detik saat menulis ini belum ada gambaran nantinya, apa yang saya lakukan untuk mengisi aktivitas saya sehari-hari. namun sampai detik ini pula, saya yakin bahwa Allah ga akan memberikan rezeki hanya pada satu tempat, Allah itu pasti memberikan setiap makhluknya rezeki, itu yang ku percaya hingga saat ini.


Sungguh terasa berat bila dibayangkan dengan sesuatu yang tidak seharusnya dipikirkan. Akan terasa berat jika berpikir nanti aku mau jadi apa? ngapain? kemana? itu pertanyaan yang seringkali menggangguku akhir-akhir ini. 


Ingat, ada Allah.. mengapa kita begitu mengkhawatirkan sesuatu yang bukan ranah kita untuk memikirkannya. Masih ingat tujuan kita diciptakan?

Hamba Allah


Kita ini hamba Allah, Allah tidak akan mungkin meninggalkan hamba-Nya dalam keadaan sendiri, Allah akan selalu hadir disetiap pilihan yang kita ambil, Allah akan selalu dekat dengan hamba-Nya yang selalu mengingat Rabb-Nya. 

la Haula wala quwwata illa billah.

Home, 2 Maret 2024

13.36 

ditengah hati yang sedang kembali ditata


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ide Brilian

terkadang ketika sedang memiliki semangat yang menggebu akan timbul banyak ide yang tak ku sangka, setelah beberapa waktu aku kembali membaca ide itu aku sejenak berpikir, "Wah kok aku bisa kepikiran ide gitu ya kemarin?" sambil tersenyum. Ada banyak ide yang terlintas dalam pikiran namun kadang juga sulit untuk menuliskannya. Terlalu banyak mikir kalau kata orang, ide yang ada itu coba dijalankan. Take Action! Ambil aja peluang yang ada, toh kamu juga belum coba.. kalau emang setelah kamu coba kamu ndak merasa cocok anggap aja sebagai pengalaman, sebenarnya banyak orang yang menasihatiku. Mari kita coba! mari kita coba ditahun ini untuk lebih produktif dan tidak lagi mendengar kata orang. Say NO to people pleasure (ga semudah itu wkw tapi yuk kita usahakan :) Ada banyak harapan dan sesuatu baru yang ingin kulakukan di tahun ini, Ya Rabb mudahkan hamba untuk bisa mencoba berbagai kebaikan di tahun  ini.  Berusaha untuk tidak meletakkan keberhargaan di...

Kedekatanku dengan-Nya

ku lihat dia begitu ingin ku peluk erat, hai aku dulu pernah berlama-lama denganmu, hingga terkantuk-kantuk pun aku lawan karena ingin terus dekat denganmu. namun, akhir akhir ini hubunganku denganmu merenggang. hubunganku denganmu tak sebaik dulu.. aku sangat sedih ketika menyadari hal itu.  aku ingin merubah sikapku terhadapmu, aku ingin bisa seperti dulu yang bisa berlama-lama denganmu dengan kondisi bahagia dan senang. bahkan ketika aku lantunkan ayat demi ayat ada yang terlewat hatiku perih, aku menangis sejadi-jadinya sebab hafalanku yang tak lancar tersebab dari dosa-dosa yang aku perbuat. aku merindukan masa masa itu, aku ingin kembali kepada rutinitas yang aku lakukan dihari itu. boleh kita mulai lagi? ku harap diri ini mau diajak berlari dan kembali merecharge ulang semangat yang kian meredup. ku harap diri ini yakin bahwa hanya Allah yang bisa memampukan diri kita untuk terus Istiqomah berada di jalan kebaikan bersama Al Qur'an. kelak dia yang menjadi sebab A...

Do'a yang Tulus

"Doa menjadi makhluk paling tulus yang pernah lahir dari hati manusia." Tak ada lagi gengsi, tak ada lagi rencana, tak ada lagi sandaran selain Allah semata. Di balik suara kehidupan yang berdetak, di antara keheningan yang menunggu, di sanalah doa-doa berdesakan naik ke langit — lirih, patah-patah, tapi penuh harap. Manusia belajar bahwa hidup bisa ditarik tipis oleh seutas napas, bahwa satu detak jantung saja bisa menjadi batas antara tinggal atau pergi. Semua janji dunia seakan lenyap, semua cita-cita ditangguhkan, semua ego dikubur dalam-dalam. Yang tersisa hanyalah bisikan, 'Ya Allah, beri aku kesempatan satu kali lagi'. Tak ada doa yang lebih jujur dari doa seorang anak di sisi ayahnya yang terbaring tak berdaya. Tak ada permohonan yang lebih tulus dari doa seorang ibu di samping anaknya yang bertarung dengan ajal. Doa adalah bahasa air mata, bahasa keikhlasan, bahasa rindu yang belum sempat terucap. Karena sejatinya, manusia ini hidup hany...