Langsung ke konten utama

PR yang Belum Kunjung Selesai

hari ini tak seperti biasanya rasa ingin yang muncul dari waktu siang sampai sekarang masih tetap sama udara yang dingin. pagi tadi anak-anak melaksanakan tarhib romadhon dengan berjalan kaki bersama dan di akhir ada fun game yang diadakan di masjid yang tidak jauh dari sekolah setelah itu kembali ke sekolah. saat kembali ke sekolah belum waktu Zuhur sudah hujan dan memang cuaca hari ini benar-benar dingin sampai saat saya menuliskan ini pun saya merasa kedinginan karena memang tidak kuat dengan udara dingin jadi wajar hanya diberikan minus berapa saja sudah merasa kedinginan. karena nggak banyak orang di rumah saya juga tidak mengikuti aktivitas yang harusnya mungkin bisa saja saya berada di sana tapi qodarullah memang belum bisa hadir. ketidakhadiran saya di sana bukan karena saya ingin kamu memang ada beberapa hal yang tidak bisa saya sampaikan dan mungkin lebih tepatnya jika saya menyampaikan akan dianggap sebagai alasan yang mungkin nggak bisa diterima oleh sebagian orang. mungkin emang pada saat ini ada tahap untuk saya belajar ada tahap untuk saya berbenah ada tahap untuk saya memikirkan apa yang telah menjadi keputusan saya ada tahap gimana saya tidak harus mengiyakan semua keinginan orang lain pada tahap di mana Saya punya keputusan yang menjadi prioritas utama saya tidak lagi plin-plan dengan keputusan yang saya buat dengan hanya memikirkan orang lain tanpa memikirkan apa yang akan menjadi resiko dan apa yang menjadi keputusan yang akan saya ambil yang sesuai dengan apa yang saya pilih. ya saya hidup dengan tujuan, tak mungkin Allah menciptakan kita tanpa tujuan, di saat kamu merasa ragu untuk mengambil langkah ingat bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkanmu karena sekejap mata, mungkin saat saya menulis ini saya berada di ambang keraguan ya mungkin menjadi masalah dari setiap insan meragukan apa yang belum terjadi. saya takut Saya khawatir Saya bingung dan berbagai emosi lainnya masuk dalam satu pikiran saya saat ini. la haula wala quwwata illa Billah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ide Brilian

terkadang ketika sedang memiliki semangat yang menggebu akan timbul banyak ide yang tak ku sangka, setelah beberapa waktu aku kembali membaca ide itu aku sejenak berpikir, "Wah kok aku bisa kepikiran ide gitu ya kemarin?" sambil tersenyum. Ada banyak ide yang terlintas dalam pikiran namun kadang juga sulit untuk menuliskannya. Terlalu banyak mikir kalau kata orang, ide yang ada itu coba dijalankan. Take Action! Ambil aja peluang yang ada, toh kamu juga belum coba.. kalau emang setelah kamu coba kamu ndak merasa cocok anggap aja sebagai pengalaman, sebenarnya banyak orang yang menasihatiku. Mari kita coba! mari kita coba ditahun ini untuk lebih produktif dan tidak lagi mendengar kata orang. Say NO to people pleasure (ga semudah itu wkw tapi yuk kita usahakan :) Ada banyak harapan dan sesuatu baru yang ingin kulakukan di tahun ini, Ya Rabb mudahkan hamba untuk bisa mencoba berbagai kebaikan di tahun  ini.  Berusaha untuk tidak meletakkan keberhargaan di...

Kedekatanku dengan-Nya

ku lihat dia begitu ingin ku peluk erat, hai aku dulu pernah berlama-lama denganmu, hingga terkantuk-kantuk pun aku lawan karena ingin terus dekat denganmu. namun, akhir akhir ini hubunganku denganmu merenggang. hubunganku denganmu tak sebaik dulu.. aku sangat sedih ketika menyadari hal itu.  aku ingin merubah sikapku terhadapmu, aku ingin bisa seperti dulu yang bisa berlama-lama denganmu dengan kondisi bahagia dan senang. bahkan ketika aku lantunkan ayat demi ayat ada yang terlewat hatiku perih, aku menangis sejadi-jadinya sebab hafalanku yang tak lancar tersebab dari dosa-dosa yang aku perbuat. aku merindukan masa masa itu, aku ingin kembali kepada rutinitas yang aku lakukan dihari itu. boleh kita mulai lagi? ku harap diri ini mau diajak berlari dan kembali merecharge ulang semangat yang kian meredup. ku harap diri ini yakin bahwa hanya Allah yang bisa memampukan diri kita untuk terus Istiqomah berada di jalan kebaikan bersama Al Qur'an. kelak dia yang menjadi sebab A...

Do'a yang Tulus

"Doa menjadi makhluk paling tulus yang pernah lahir dari hati manusia." Tak ada lagi gengsi, tak ada lagi rencana, tak ada lagi sandaran selain Allah semata. Di balik suara kehidupan yang berdetak, di antara keheningan yang menunggu, di sanalah doa-doa berdesakan naik ke langit — lirih, patah-patah, tapi penuh harap. Manusia belajar bahwa hidup bisa ditarik tipis oleh seutas napas, bahwa satu detak jantung saja bisa menjadi batas antara tinggal atau pergi. Semua janji dunia seakan lenyap, semua cita-cita ditangguhkan, semua ego dikubur dalam-dalam. Yang tersisa hanyalah bisikan, 'Ya Allah, beri aku kesempatan satu kali lagi'. Tak ada doa yang lebih jujur dari doa seorang anak di sisi ayahnya yang terbaring tak berdaya. Tak ada permohonan yang lebih tulus dari doa seorang ibu di samping anaknya yang bertarung dengan ajal. Doa adalah bahasa air mata, bahasa keikhlasan, bahasa rindu yang belum sempat terucap. Karena sejatinya, manusia ini hidup hany...